Foto Bom Molotov yang dibuat Dosen IPB

5 Likes 1 Comment

IPB Dosen Ir Abd Bst disebut Mabes Polri ditangkap karena dicurigai terlibat dalam pembuatan bom molotov aksi sekaitan Mujahid PA 212 di Jakarta.

Menurut informasi yang beredar, 1975 dosen kelahiran IPB ditangkap di Jalan Maulana Hasanuddin, Negeri Jakarta Timur Kota, Sabtu (28/9) sekitar pukul 13:00.

Disebutkan, dosen IPB ditangkap saat keluar dari rumah Laksamana Soni Santoso di Perum Taman Kerajaan 2, Jalan Hasyim Asyari, Kota Tangerang.

Informasi yang dihimpun Pojokjabar.com media sosial dan salah satu dari mereka menyebutkan nama Dirreskrimum, dosen mengatakan kepada IPB membuat bahan peledak bom molotov.

Foto Bom Molotov yang dibuat oleh Dosen IPB

Dan dosen IPB juga disebut untuk menjaga bom di rumahnya di Pakuan Kabupaten Linngabuana, Margajaya, Bogor Barat.

Bukti yang diamankan berupa 29 buah bahan peledak bom molotov, ponsel S3 Xiaomi, kartu ID, dan dompet.

“Rumahnya telah diberi garis polisi di Bogor,” kata salah satu sumber.

Selain dosen IPB, ada beberapa orang lain yang ditangkap oleh polisi pada kasus ini, antara lain Sugiono atau Laode, Yudhi Hidalgo, Aliudin, Okto Siswantoro, dan H Sony Santoso.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria tidak memberikan respon ketika wartawan mengkonfirmasi tentang masalah ini. Arif belum menanggapi berita yang diterbitkan Minggu (29/8) sore.

IPB Dosen Ir Abd Bst disebut Mabes Polri ditangkap karena dicurigai terlibat dalam pembuatan bom molotov aksi sekaitan Mujahid PA 212 di Jakarta.

Menurut informasi yang beredar, 1975 dosen kelahiran IPB ditangkap di Jalan Maulana Hasanuddin, Negeri Jakarta Timur Kota, Sabtu (28/9) sekitar pukul 13:00.

Disebutkan, dosen IPB ditangkap saat keluar dari rumah Laksamana Soni Santoso di Perum Taman Kerajaan 2, Jalan Hasyim Asyari, Kota Tangerang.

Informasi yang dihimpun Pojokjabar.com media sosial dan salah satu dari mereka menyebutkan nama Dirreskrimum, dosen mengatakan kepada IPB membuat bahan peledak bom molotov.

Dan dosen IPB juga disebut untuk menjaga bom di rumahnya di Pakuan Kabupaten Linngabuana, Margajaya, Bogor Barat.

Bukti yang diamankan berupa 29 buah bahan peledak bom molotov, ponsel S3 Xiaomi, kartu ID, dan dompet.

“Rumahnya telah diberi garis polisi di Bogor,” kata salah satu sumber.

Selain dosen IPB, ada beberapa orang lain yang ditangkap oleh polisi pada kasus ini, antara lain Sugiono atau Laode, Yudhi Hidalgo, Aliudin, Okto Siswantoro, dan H Sony Santoso.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria tidak memberikan respon ketika wartawan mengkonfirmasi tentang masalah ini. Arif belum menanggapi berita yang diterbitkan Minggu (29/8) sore.

Polisi menangkap seorang dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) diduga memprakarsai dan mendorong tindakan pembuatan bom molotov untuk 212 Mujahid, Sabtu (28/9) kemarin. Bom itu dibuat untuk memicu kerusuhan atau kekacauan saat aksi digelar.

Kasat Reskrim Tangerang Metro Inspektur Polisi Dick Ario Yustianto disampaikan, penangkapan salah satu otak pembuat diduga bom itu dilakukan oleh Jatanras Polda Metro Jaya, yang juga melibatkan polisi anti-teror Detasemen 88.

“Polisi hanya cadangan,” kata Dicky melalui pesan singkat, Minggu (29/9).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, para tersangka diamankan di Jalan Hasyim Asyari, Kota Tangerang, pukul 01.00 WIB. Petugas menyita barang bukti satu bom molotov siap beraksi Mujahid 212 berjumlah 29 buah.

“Kami juga tidak diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi,” kata Dicky.

Sementara itu, Kepala Humas IPB Yatri Indah Kusumastuti mengaku tidak tahu tentang laporan dosen perguruan tinggi yang ditangkap karena memiliki kasus bahan peledak.

“Saya tidak bisa memberikan komentar apapun. Saya hanya mendengar mas. Aku akan melihat ya,” kata Yatri, Minggu (29/9).
Informasi yang dihimpun, dosen bernama Abdul Basith IPB lahir di Kendal pada tahun 1975, yang mengajar di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).

Bukti yang diamankan berupa 29 buah bahan peledak bom molotov, ponsel S3 Xiaomi, kartu ID, dan dompet. Selain dosen IPB, ada beberapa orang lain yang ditangkap oleh polisi pada kasus ini, antara lain Sugiono atau Laode, Yudhi Hidalgo, Aliudin, Okto Siswantoro, dan H Sony Santoso.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria tidak memberikan respon ketika wartawan mengkonfirmasi tentang masalah ini. Arif belum menanggapi berita yang diterbitkan Minggu (29/8) sore.

You might like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *